Senin, 28 Juni 2010

Hari Ini Persikaba Jajaki Alexander Saununu

BULDOSERNEWS- Hari ini Alexander Saununu, salah seorang calon pelatih yang diminati manajemen Persikaba, direncanakan datang ke Blora. Manajer Persikaba Amin Faried menyatakan, Alexander yang pernah menjadi pelatih tim divisi I PSKS Krakatau Steel Cilegon Banten tersebut sebenarnya ingin datang ke Blora Sabtu (26/6) atau Minggu (27/6) lalu.

Namun, keinginan tersebut batal karena para pemain, manajemen dan sejumlah pengurus Persikaba berada di Pekalongan untuk mengikuti turnamen segitiga. ''Kami sudah meminta yang bersangkutan datang Selasa besok (hari ini, Red),'' ujarnya kemarin (28/6).

Amin mengatakan, kedatangan Alexander itu bukan untuk langsung melatih Budiana dkk. Pengurus dan manajemen Persikaba terlebih dahulu bakal melakukan pembicaraan dengan calon pelatih ini. Khususnya terkait visi misi kepelatihan. Selain itu, juga pembicaraan nilai kontrak dan gaji. ''Justru nominal kontrak itu yang sangat penting. Kami rasa visi dan misi kepelatihan setiap pelatih tidak jauh beda,'' katanya.

Nilai kontrak, gaji, dan fasilitas yang diinginkan pelatih, lanjut dia, menjadi sangat penting karena anggaran Persikaba saat ini hanya sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut harus cukup untuk mengontrak pelatih, pemain, dan operasional tim selama mengikuti kompetisi. ''Kalau nanti ternyata kontrak yang diinginkan cukup tinggi dan manajemen tidak mampu memenuhinya, terpaksa kami akan mencari pelatih lain,'' tuturnya.

Menurut Amin, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Alexander tidak menuntut bayaran mahal dan fasilitas mewah. ''Kami bisa memenuhi penyediaan fasilitas keseharian pelatih seperti motor operasional. Tapi terus terang untuk fasilitas lainnya, kami belum bisa menyediakan karena keterbatasan anggaran,'' ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, dana untuk Persikaba yang dianggarkan dalam APBD melalui KONI belum cair. Informasinya, masih ada persyaratan pencairan yang belum terpenuhi. Belum cairnya anggaran itu, kata Amin, secara langsung memengaruhi kesiapan tim. Dia menyebut pengurus dan manajemen Persikaba harus mencari utangan untuk biaya operasional tim. ''Seperti kemarin saat memberangkatkan tim ke Pekalongan. Tapi kami tetap mengupayakannya,'' katanya. (jppn)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Minggu, 27 Juni 2010

Masih Butuh Pembenahan

BULDOSERNEWS- Pelajaran berharga didapat Persikaba Blora dalam turnamen segitiga antara Persip Pekalongan, PSIS Semarang, dan Persikaba Blora yang digelar di Pekalongan. Di laga pertama, Persikaba harus mengakui keunggulan PSIS. Budiana dkk kalah dengan skor 0-2 (0-2). Dua gol kemenangan tim mantan penghuni ISL itu dicetak pemain asing Camelo pada menit 30 dan 36.

Persikaba yang turun dengan semua pemain lokalnya (Blora) terlihat kewalahan menerima serangan-serangan PSIS. Berkali-kali kiper Persikaba Tulus Sapmoko dibuat jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya. Kurangnya pengalaman para pemain Persikaba, yang sebagian besar pemain muda jebolan kompetisi internal Persikaba, sangat terlihat. Sehingga, serangan para pemain PSIS mudah menembus jantung pertahanan. Puncaknya terjadi di menit 30 dan 36 tersebut.

Ketinggalan dua gol membuat para pemain Persikaba semakin bersemangat, sehingga sesekali melancarkan serangan. Namun, masih bisa dipatahkan barisan pertahanan lawan. Pemain Persikaba, antara lain kiper Tulus Sapmoko, Andri Waluyo Jati, Sukisno, Sukarmanto dan Masturi adalah pemain yang memperkuat Persikaba di Divisi Satu. Selain itu, juga ada Dian Jambul, Haryanto, Budiana dan Sujono.

Pelatih Brendi memasang striker Riko dan Mustari. Sementara PSIS diperkuat hampir semua pemain yang berlaga di Divisi Utama. Sseperti, Idrus Gunawan, Carmelo, Deni Rumba, Ghustavo Cena dan Feri Iriawan. Pada laga kedua Persikaba akan melawan tuan rumah Persip Pekalongan.

Manajer Persikaba Amin Faried mengakui, timnya bisa belajar banyak pada turnamen itu. Menurut dia, sejak awal even ini akan dijadikan sebagai ujian sebenarnya bagi pemain. Sebab, keberangkatannya ke Pekalongan bukan untuk kalah atau menang. "Kami memang ingin belajar dan memberikan tambahan jam terbang pada para pemain. Masih banyak yang harus dibenahi," katanya. (ono/fiq)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Persip Kandaskan Eks PSIS 1-0

BULDOSERNEWS-Tuan rumah Persip Pekalongan mengandaskan para pemain eks PSIS Semarang yang tergabung dalam Arkatama dengan skor 1-0, dalam laga perdana turnamen eksibisi segitiga di Stadion Kraton kota Pekalongan, Jumat (25/6) sore.

Satu-satunya gol tim kebanggaan masyarakat Kota Batik itu diciptakan oleh Rozikin pada babak pertama di menit ke-35.
Sejak peluit tanda kick off dimulai pukul 15.30 WIB, tim asuhan Sugeng Widodo itu bermain penuh percaya diri. Dengan memasukkan pemain andalannya, antara lain Nurul (penjaga gawang), Wasiyanto Gondrong, Sumardi, Agung, Didik, Wahyudi, Eko Kancil, Kodir, Muslimin, Nurcoyo, dan Rozikin.
Sedangkan Budiharjo, pelatih Eks PSIS (Arkatama) memasukkan beberapa pemain yang berpengalaman, diantaranya 1 Deni Rumba, Idrus Gunawan, Modestus Setyawan, dengan penjaga gawang Basuki. Nampak pula pemain asing anyar PSIS, Gaston Chenna ikut diturunkan untuk membantu daya gedor timnya.
Pada pertandingan yang dipimpin oleh wasit Fauzi tersebut, tim dengan sebutan Laskar Kalong itu tampil menyerang. Dengan formasi yang digunakan 4-4-2, Kapten tim Persip Kodir bisa mengkoordinasikan timnya dengan baik.
Akhirnya, usaha keras yang dilakukan Kodir dan Eko Kancil cs bisa membuahkan hasil. Melalui assist cantik dari Nurcoyo, striker Persip Rozikin pada menit ke-35 mampu melesakkan bola ke gawang ex-PSIS yang dijaga oleh Basuki. Sontak saja, lesakan gol dari Rozikin itu disambut dengan riuh oleh official tim Persip dan ribuan Kalongmania.
Pada babak pertama, tidak ada pergantian pemain dari kubu Persip. Sedangkan dari tim Ex-PSIS (Arkatama), tercatat pelatih tim Ex-Psis Budiharjo satu kali mengganti pemainnya. Antara lain, Iwam HW yang digantikan oleh M Irfan pada menit ke -39. Hingga peluit tanda babak pertama berakhir, skor belum berubah, yaitu satu gol untuk Persip Pekalongan.
Memasuki babak kedua, strategi nampak berubah. Pergantian beberapa pemain pun terjadi. Di kubu Persip, Wasiyanto masuk menggantikan Sulis. Pelatih ex-PSIS Budiharjo pun nampak mengubah pola permainan anak asuhnya. Mereka lebih agresif melakukan serangan ke garis pertahanan Persip dibanding ketika babak pertama.
Begitupun dengan permainan dari Persip, tidak mengendurkan serangan ke garis pertahanan Deni Rumba Cs. Tak kurang ada tiga peluang dari serangan yang dihimpun oleh Persip yang nyaris membuat gawang Eks PSIS kembali kebobolan.
Terlebih ratusan Kalong Mania tak henti-hentinya memberikan support kepada tim kebangggaannya itu. Bahkan, pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua KONI Pekalongan Ricsa Mangkulla dan Kapolresta Pekalongan AKBP Aris Budiman.
Bahkan, beberapa kali tim asuhan Budiharjo harus melakukan pelanggaran terhadap pemain-pemain Persip. Pemain Persip bernomor punggung 5, Didik, sempat dilanggar oleh Deni Rumba. Menit ke-57, Rozikin, bahkan harus digotong keluar lapangan dan digantikan M Fatih, setelah terjadi benturan mengenai dadanya oleh pemain Ex-PSIS.
Pelanggaran lainnya dilakukan oleh Heri S di menit ke-57, terhadap salah satu pemain Persip Pekalongan. Satu pelanggaran keras oleh pemain Eks PSIS bernama Sunarso terhadap pemain Persip, Suroso, di menit ke-77.
Sehingga, akibat pelanggaran itu wasit Fauzi menghadiahkan kartu kuning bagi Sunarso. Kemudian, pada menit ke-72, Penjaga Gawang kawakan PSIS masuk menggantikan Basuki.
Namun, dengan disiplinnya sektor pertahanan dari para pemain Persip, serangan yang dibangun Deni Rumba cs belum bisa memasukkan bola ke gawang Persip. Hingga peluit panjang dibunyikan menandai berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah. Kemenangan 1-0 bagi Persip Pekalongan.
Seusai pertandingan, Pelatih Persip Pekalongan Sugeng Widodo mengungkapkan bahwa ia senang dengan permainan anak-anak asuhnya. "Tadi anak-anak bermain bagus. Koordinasi di berbagai lini bisa berjalan, seperti yang telah saya instruksikan kemarin," ujarnya senang.
Sebenarnya, lanjut Sugeng, Persip beberapa kali mendapat peluang untuk menciptakan gol tambahan, hanya saja peluang-peluang tersebut tidak mampu menambah jumlah gol bagi Persip.
Ditanya mengenai pertandingan selanjutnya melawan Persikaba Blora pada Minggu (27/6) besok sore, Sugeng mengatakan akan tetap tampil menyerang. "Besok kita akan tetap tampil fight seperti hari ini, kami yakin akan menang, meski kami belum tahu kekuatan tim lawan secara menyeluruh," ungkapnya.
Pihak manajemen Tim Ex-PSIS Semarang (Arkatama FC), Erwin Tunggal, mengatakan kepada Radar, bahwa kekalahan timnya tersebut karena tim belum terbiasa dengan kondisi lapangan.
"Kami baru tiba, dan belum sempat mencoba lapangan. Tadi ada kesalahan pemain belakang, sehingga Persip bisa membuat gol. Namun, mulai babak ke-dua tim kami mulai tampil menyerang, akan tetapi karena pertahanan Persip yang bagus, kesempatan mencipta gol belum bisa kami dapatkan," ujar Erwin.
Senada dikatakan Pelatih Arkatama, Budiharjo. "Anak-anak tadi sudah bermain bagus. Tetapi, pada babak pertama mereka belum bisa menyesuaikan diri dengan lapangan. Pada babak ke dua, kami bisa lebih memberikan beberapa serangan keada Persip," ujarnya.
Terpisah, Ketua KONI kota Pekalongan, H Ricsa Mangkulla menuturkan kegembiraannya atas kemanangan ini.
"Dari pantauan saya, permainan anak-anak sudah semakin bagus dan mengutamakan kerjasama tim. Selain itu, mereka juga bertanding dengan tenang dan sportif, sehingga relatif jarang melakukan kesalahan," ujarnya.
Terlebih, menurut Ricsa, pemain-pemain bisa menampilkan permainan yang menarik, seprti yang telah ia janjikan. "Anak-anak bisa mengendalikan emosi mereka, antar lini hidup, dan bisa memanfaatkan lebar lapangan," pungkasnya.
Laga eksibisi segitiga ini masih menyisakan 2 pertandingan lagi. Sabtu (26/6) sore ini, tim kesebelasan Ex-PSIS akan bertanding melawan Persikaba Blora. Besok, Minggu (27/6) tim kebanggaan Kota Batik, Persip Pekalongan kembali akan berlaga, melawan Persikaba Blora.
Turnamen segitiga ini diselenggarakan Pengcab PSSI Kota Pekalongan bersama KONI Kota Pekalongan, dalam rangka menunjukkan kepada masyarakat, bahwa Persip Pekalongan telah masuk pada Divisi I PSSI.
Even ini juga dijadikan sebagai ajang seleksi pemain Persip yang akan dipilih untuk ikut berlaga pada kompetisi Divisi I Liga Indonesia yang akan dimulai pada September mendatang.

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Sabtu, 26 Juni 2010

Daftar Pemain PERSIKABA Divisi I

Daftar Pemain Persikaba

Nama / Asal / Tim
1. Tulus Sapmoko PSKPS Padang Sidempuan
2. Catur Bintara Persikotas Tasikmalaya
3. Listyanto Rahardjo Persibom Bolaang Mongondow
4. Nugroho Adriyanto PSISa Salatiga
5. Febi Sofi PSB Bogor
6. Sukarmanto Persikaba
7. Sukisno Persikaba
8. Andri Mulyono Jati Persikaba
9. Friyan Eko Yuwono Persikaba
10. Masturi Persikaba
11. Nugroho Aji Persipa Pati
12. Sujono Persikaba
13. Deni Rumba PSIS Semarang
14. Budiana Persipur Purwodadi
15. A Zaini PSIS Semarang
16. Anang Dwita Persikaba
17. Feri Hariyadi PS Bank Sumsel
18. Heriyanto PSKPS Padang Sidempuan
19. Bambang Harsoyo Persiku Kudus
20. Dian Kristanto PPSM Magelang
21. Mustari Persipa Pati
22. Alamsyah Persiko Kota Baru
23. Arfi Sukmawan PSBK Blitar
24. Haryanto PSSA Asahan
25. Indriyanto Nugroho Persik Kediri

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Persikaba Kalah Lawan Arkatama Fc

BULDOSERNEWS- Tim eks PSIS Semarang mengalahkan Persikaba Blora 2-0 dalam lanjutan pertandingan segitiga yang berlangsung di Stadion Kraton, Kota Pekalongan, sore kemarin, Sabtu (26/6). Dua gol eks pemain Mahesa Jenar yang tergabung dalam Arkatama FC diborong Sampelo pada menit 27 dan 33. Secara keseluruhan tim yang dilatih Budiharjo itu menguasai pertandingan.



Denny Rumba dkk langsung menekan begitu kick off babak pertama. Serangan yang dibangun Johan, Gustavo Chena, dan Iwan mengobrak-abrik pertahanan anak-anak Blora. Meski demikian, belum membuahkan gol.
Pemain Persikaba kesulitan menerobos pertahanan Arkatama FC yang digalang Idrus Gunawan, Restu Kartiko, dan Modestus.

Gol pertama bermula dari umpan Chena dari sayap kanan ke kotak penalti. Sampelo yang dikawal dua pemain bisa menguasai bola dan menendang ke arah gawang. Kiper Tulus Satmoko mengeblok bola, namun jatuh tepat di depan Sampelo. Kesempatan itu tidak disia-siakan dan sekali sentuh langsung gol. Menit 33, pemain bernomor punggung 9 itu kembali menjebol gawang Persikaba.

Di babak kedua, duel dua kesebelasan tamu yang dipimpin wasit Ari asal Kota Pekalongan berlangsung monoton. Si kulit bundar lebih sering berada di lapangan tengah. Kedua kesebelasan sebelumnya pernah bertemu dalam laga uji coba di Stadion Kridosono, Sabtu (12/6). Saat itu pertandingan berakhir imbang 0-0.
Hari ini, di tempat yang sama tuan rumah Persip Pekalongan akan melayani Persikaba Blora.(suara merdeka)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Eks PSIS Kalah di Pekalongan

BULDOSERNEWS - Gol tunggal yang dihasilkan striker Persip Rozikin pada menit ke-35, membuyarkan ambisi eks pemain PSIS yang tergabung dalam Arkatama FC, kemarin sore (25/6). Dalam laga pertama pertandingan segitiga di Stadion Kraton, tim Laskar Kalong mengalahkan tamunya 1-0.

Namun kemenangan itu harus ditebus mahal, karena Rozikin harus dilarikan ke RS Bendan akibat benturan keras dengan pemain eks PSIS, Heri Susilo.

Begitu wasit Fauzi meniupkan peluit pertanda pertandingan dimulai, Denny Rumba dan kawan-kawan langsung menekan. Sebaliknya, anak asuhan Sugeng Widodo berusaha keluar dari tekanan. Pertahanan tuan rumah yang digalang Wasiyanto ’’Gondrong’’, Sumardi ’’Dongol’’, dan Eko ’’Kancil’’ cukup kuat sehingga serangan demi serangan yang dilakukan eks PSIS sering bisa dimentahkan.

Di depan sekitar 1.000 pendukung setianya yang tergabung dalam Kalongmania, tak jarang Sukodir dan kawan-kawan membahayakan gawang tim tamu. Terutama striker Rozikin yang meski bertubuh mungkil, namun kerap kali lolos dari kawalan Arkatama FC yang berpostur tubuh lebih besar.
Terlihat Lesu Kalongmania yang memadati tribun timur dengan membawa alat musik langsung bernyanyi menyambut gol tunggal yang dicetak oleh Rozikin itu. Sementara pendukung eks PSIS yang berjumlah belasan orang di tribun selatan terlihat lesu.
Di babak kedua, eks PSIS yang diperkuat pemain asing, Zenna berusaha menyamakan kedudukan.

Saking ngototnya ingin menyamakan skor, para pemain tamu bermain keras yang menjurus kasar. Rozikin yang sedang berusaha merebut bola digaprak sangat keras oleh pemain bernomor punggung 19, Heri Susilo. Akibatnya, striker andalan itu langsung terkapar dan tak bangun.

Wasit kemudian meminta petugas kesehatan untuk membawanya keluar lapangan. Namun lebih dari lima menit, Rozikin belum terbangun dan masih berada di tandu. Manajer Persip H Budi Setiawan kemudian memutuskan untuk membawanya ke RS Bendan.

Sementara itu, sampai pertandingan berakhir, eks PSIS tetap ketinggal 0-1. Penonton kembali bersorak setelah wasit meniup peluit panjang. Manajer Persip pun langsung melampiaskan kegembiraannya.(suara merdeka).

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark