Sabtu, 24 Juli 2010

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora kemarin (23/7) mulai menggelar seleksi pemain lokal sebagai persiapan pembentukan tim Persikaba yang akan diterjunkan dalam kompetisi musim depan. Seleksi dipimpin Brendi, mantan asisten pelatih Bonggo Pribadi, yang menukangi tim berjuluk Laskar Arya Penangsang ini.

Brendi, yang asli Blora ini, untuk sementara dipercaya memimpin latihan sambil menanti kedatangan pelatih Persikaba yang sudah deal dengan manajemen. "Kita belum mendatangkan pelatih karena belum mempunyai dana," ujar Amin Faried, manajer Persikaba yang kemarin ikut menunggui seleksi di Stadion Kridosono, Blora.

Puluhan pemain Blora yang sebagian besar bermain di klub peserta kompetisi internal Persikaba ikut. Setelah latihan fisik berupa lari, Brendi langsung memainkan para peserta seleksi. Selain muka-muka baru, mantan pemain Persikaba musim lalu juga banyak yang datang. Seperti Dian Kristanto, Sujono, Sukarmanto, Heriyanto, Sukisno, Andri Waluyo Jati dan lainnya. Juga ada pemain Persikaba junior Anas, Ulin, dan lainnya. "Kami minta mereka langsung bermain untuk melihat kemampuannya," ujar Brendi.

Seakan ingin menunjukkan kemampuannya, para peserta seleksi yang rata-rata berusia muda bermain ngotot. Mereka terlihat sudah memainkan permainan tim yang baik. Meski harus duel dengan pemain senior, mereka tak minder, ngeyel, dan bersemangat. Hal itu membuat pengurus dan manajemen cukup puas. Hanya, mereka kurang jam terbang. Para pemain akan menjalani seleksi selama lima hari, mulai kemarin. "Kita gerak cepat. Kami targetkan lima hari kerangka tim sudah jadi," tandas Amin. (ono/fiq)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Senin, 19 Juli 2010

Jadwalkan Teken Kontrak Pelatih Minggu Ini

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora segera mengundang pelatih Alexander Saununu untuk datang ke Blora untuk teken kontrak. Uang muka untuk membayar pelatih akan diusahakan tersedia ketika Alexander datang. ''Entah bagaimana caranya, yang pasti minggu ini harus sudah ada pelatih,'' kata Manajer Persikaba Blora Amin Faried kemarin (19/7).

Rencananya, hari ini manajemen mengumpulkan semua pemain lokal Blora yang selama ini tergabung di tim bayangan. Mereka akan diberi informasi terkait kondisi terakhir Persikaba serta persiapan seleksi pemain. ''Kami rencanakan Jumat depan sudah seleksi,'' tutur Amin.

Para pemain di tim bayangan, kata dia, nanti ikut seleksi semua. Kepastian mereka lolos seleksi atau tidak, tergantung kemampuan para pemain itu sendiri. Jika bagus dan dipilih pelatih, maka dipastikan pemain tersebut akan masuk tim. ''Manajemen tidak akan cawe-cawe di lapangan, termasuk memilih pemain. Itu sepenuhnya wewenang pelatih,'' ujar Amin.

Meski sudah lama mengikuti latihan bersama tim bayangan, belum ada jaminan pemain bisa masuk skuad Persikaba mendatang. Karena itu, Amin berharap para pemain meningkatkan kemampuannya sebelum seleksi digelar.

''Pemain berkualitas yang dibutuhkan. Ini untuk pembinaan agar para pemain terus berusaha meningkatkan kemampuannya jika ingin menjadi bagian dari tim Persikaba,'' katanya. (ono/yan)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Minggu, 11 Juli 2010

Persikaba Tunggu Alexander

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora menunggu kedatangan Alexander Saununu untuk teken kontrak sebagai pelatih. Menurut Manajer Persikaba Amin Faried, jika Alexander sudah teken kontrak, maka pelatih tersebut diserahi tugas menyeleksi pemain lokal yang sudah ada.

''Sebab, manajemen ingin mayoritas pemain lokal masuk skuad, namun tentunya yang lolos seleksi,'' ujarnya kemarin (11/7).

Dia mengatakan, saat ini sudah banyak pemain lokal yang dikumpulkan untuk berlatih bersama. Meski belum ada ikatan apa-apa, para pemain itu menunjukkan semangat dan dedikasinya. Manajemen meminta para pemain tetap menjaga penampilan dan meningkatkan kemampuannya agar mereka bisa lolos seleksi. ''Kami akan sangat gembira jika para pemain itu mayoritas masuk tim,'' katanya.

Lantas kapan Alexander datang ke Blora? Amin belum dapat memastikan. Menurut dia, saat ini manajemen masih menjalin hubungan dengan mantan pemain timnas dan Persija Jakarta itu. Dia berharap Alexander cepat datang, sehingga tim bisa segera dibentuk. ''Karena informasi September sudah mulai kompetisi, jadi harus dipersiapkan sejak sekarang,'' tuturnya. (ono/yan)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Sabtu, 10 Juli 2010

Dimungkinkan Tetap di Divisi I

BULDOSERNEWS- Finish di peringkat sembilan Divisi I membuat masa depan Persikaba Blora di kancah kompetisi sepak bola negeri belum jelas.

Meski pernah mendapat jaminan secara lisan dari PSSI untuk promosi ke Divisi Utama, namun sangat dimungkinan tim kebanggaan Kota Sate itu tetap bertahan di Divisi I. Sebab, pendaftaran resmi tim yang berlaga di Divisi Utama telah ditutup. ''Jauh-jauh hari kami pernah menyatakan, Persikaba akan promosi ke Divisi Utama jika ada perubahan format maupun sistem pertandingan Divisi Utama. Karena itu, jika aturannya tidak diubah, Persikaba tetap berlaga di Divisi I,'' ujar manajer Persikaba, Amin Faried kemarin.

Menurut Amin, wacana yang beredar saat ini adalah PT Liga Indonesia (PT LI) kemungkinan besar tidak akan mengubah sistem dan format kompetisi Divisi Utama yang tahun ini akan diikuti 38 klub. Dengan tidak adanya perubahan tersebut, Persikaba dimungkinkan tetap berada di Divisi I. Tim Divisi I yang berhak promosi ke Divisi Utama adalah yang menempati peringkat delapan besar. Kesebelasan tersebut adalah Persekam Metro FC Malang, PSCS Cilacap, PS Bengkulu, PSLS Lhokseumawe, Perserui Serui, Persemalra Maluku Tenggara, Barito Putra Banjarmasin dan Persikubar Kutai Barat. Tahun lalu, tim-tim tersebut berkompetisi di Divisi I bersama Persikaba Blora. Tim-tim itu juga telah mendaftarkan diri mengikuti Kompetisi Divisi Utama yang akan dimulai September mendatang.

Amin menyatakan, wacana perubahan format dan sistem pertandingan Divisi Utama sempat santer ketika kompetisi Divisi I berakhir tahun lalu. Hal itu menyusul adanya empat tim Divisi Utama yang mengundurkan diri dari kompetisi. Tempat yang lowong itulah yang akan diisi tim Divisi I yang berada di peringkat 9-12. ''Sampai saat ini kami masih menunggu informasi ataupun surat resmi dari PSSI. Selama belum ada surat resmi tentang promosinya Persikaba ke Divisi Utama, berarti Laskar Arya Penangsang tetap berlaga di Divisi I,'' tegas Amin.

Amin menyatakan, dengan dana hanya Rp 1 miliar belum layak untuk membiayai tim yang berlaga di Divisi Utama. Bahkan, untuk operasional tim Divisi I pun masih kurang. ''Kami harus bekerja keras untuk menggali dana dari sumber-sumber lain. Misalnya menggandeng sponsor,'' tambahnya.

Belum adanya kepastian Persikaba promosi ke Divisi Utama ataupun tetap bertahan di Divisi I tidak lantas mempengaruhi kesiapan kesebelasan kebanggaan warga Blora tersebut. Para pemain yang diperoyeksikan memperkuat Persikaba musim depan masih tetap berlatih serius. (ono/wid)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Manajemen Persikaba Bimbang

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora saat ini bimbang dengan masa depan tim Persikaba. Manajemen seolah berada di antara dua pilihan, yakni kemungkinan promosi ke Divisi Utama atau bertahan di Divisi Satu. Masing-masing pilihan mempunyai konsekuensi.

Semua karena dana cekak yang dipunyai. Dilema itu akan menjadi lebih ringan, bahkan tidak menjadi persoalan, jika anggaran yang diberikan untuk Laskar Arya Penangsang ini minimal sama seperti tahun lalu, Rp 3,5 miliar. "Lha sekarang tidak, kita hanya diberi Rp 1 miliar," ungkap Manajer Persikaba Amin Faried, kemarin (9/7).

Meski belum ada surat resmi, Amin mengklaim, secara lisan Persikaba sudah mendapat jaminan promosi ke Divisi Utama dari PSSI. Sebab, berdasar hasil kompetisi Divisi Satu lalu, Persikaba berada di peringkat sembilan. Sementara, tim yang lolos otomatis ke level Divisi Utama adalah tim yang masuk delapan besar, yakni peringkat 1 sampai 8.

Karena ada satu peserta kompetisi yang mengundurkan diri, kemungkinan Persikaba naik kelas sangat mungkin. Namun, kendala dana memaksa manajemen harus berfikir keras. "Jelas dana menjadi faktor yang menentukan,'' tambahnya.

Dia mengungkapkan, kalau misalnya ngotot ke Divisi Utama dengan modal Rp 1 miliar jelas tidak cukup. Sebab, selain harus menggaji pemain, pengeluaran terbanyak ada di transportasi. Jika bermain di Divisi Utama, Persikaba otomatis sering main di luar Jawa sehingga butuh transportasi besar. Sehingga, dikhawatirkan uang Rp 1 miliar tidak akan nutut sampai akhir kompetisi. "Ancamannya kita berhenti di tengah kompetisi karena kehabisan dana," ungkapnya.

Sementara, jika bertahan di Divisi Satu, konsekuensinya Persikaba harus melepas tiket promosi dan berjuang lagi untuk naik ke Divisi Utama. "Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," tandasnya. (ono/fiq)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Selasa, 06 Juli 2010

Saminista Galang Dana Persikaba

BULDOSERNEWS-Upaya pencarian dana untuk mendukung Persikaba berkiprah di Divisi Utama 2010-2011 mulai dilakukan, Saminista, salah satu kelompok suporter Laskar Arya Penangsang. Caranya, dengan mengumpulkan sumbangan dari para pengguna jalan yang melintas di jalan Ahmad Yani dan Pemuda, yakni di perempatan Kejaksaan dan Kantor Pos Blora. Pengumpulan dana itu dilakukan karena anggaran yang dialokasikan Pemkab dalam APBD untuk Persikaba dirasa cukup minim yaitu Rp 1 miliar.

"Kami mengharapkan keiklasan warga untuk menyumbangkan sedikit rejeki yang dikaruniakan Tuhan. Dana tersebut akan kami gunakan membantu pembiayaan Persikaba yang akan berlaga di Divisi Utama," ujar Windy Pramudya Kusuma, koordinator peduli Persikaba dari Siminista.

Meski baru kali pertama diluncurkan, program Koin Peduli Cinta Persikaba yang digalang para suporter itu mendapat sambutan antusias warga. Buktinya, para pengguna jalan dengan kerelaannya merogeh saku dan selanjutnya masukan uang ke dalam kardus yang disodorkan personel Saminista.

Menurut Windy program Peduli Persikaba dengan mengumpulkan dana dari masyarakat itu tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan terus menerus. Bentuk pengumpulan dana dengan berbagai cara. "Untuk kali pertama kami kumpulkan dari pengguna jalan. Cara seperti itu kami lakukan minimal seminggu sekali. Kami juga akan mengumpulkan dana dengan mendatangi dinas dan instansi serta sekolah-sekolah," tandasnya.

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Senin, 05 Juli 2010

BLAI Berlakukan Beberapa Aturan Baru

BULDOSERNEWS-Ada beberapa hal baru yang diketengahkan Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI dalam pergelaran kompetisi yang dikelolanya. Mulai musim kompetisi tahun 2010 ini, BLAI PSSI menerapkan sejumlah aturan baru dalam rangkaian pertandingan Divisi I hingga Divisi III Liga Indonesia. Aturan-aturan ini mengacu pada norma pertandingan sepakbola nasional yang tetap terikat pada ketentuan internasional (FIFA).

Aturan-aturan baru tersebut adalah, pemasangan bendera Merah Putih dan bendera PSSI di tiang bendera di lingkungan stadion pada hari pertandingan.

Lainnya, digelarnya bendera Fair Play pada saat kedua kesebelasan memasuki lapangan pertandingan, sebagaimana yang lazim dilakukan pada pertandingan kompetisi profesional (Liga Super & Divisi Utama) yang dilaksanakan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).

Di samping itu, adanya kewajiban menyanyikan lagu Padamu Negeri oleh kedua tim yang akan bertanding, walau hanya diberlakukan pada setiap awal turnamen kandang atau home.

Aturan-aturan baru ini mulai diterapkan pada gelaran kompetisi Divisi II Liga Indonesia XVI yang menurut rencana diputar sejak 17 Juli mendatang. Untuk Divisi III, aturan-aturan tersebut diberlakukan setelah kompetisi memasuki persaingan babak wilayah, kemungkinan juga minggu ketiga Juli. Sementara untuk kompetisi Divisi I, diberlakukan sejak kompetisi bergulir, dijadwalkan mulai pertengahan September.

Menurut keterangan Ketua BLAI PSSI Iwan Budianto, Kamis (1/7), berbagai ketentuan baru ini sudah dituangkan dalam Peraturan Organisasi PSSI tentang Kompetisi nomor 07/PO/PSSI/IX/2009, dan sudah dijabarkan kembali pada para perwakilan klub-klub peserta kompetisi Divisi I, Divisi II dan Divisi III Liga Indonesia 2010-2011 dalam berbagai kesempatan.

"Termasuk pada workshop atau lokakarya terakhir yang kami lakukan pekan lalu di Jakarta," kata Iwan Budianto. Iwan Budianto menjelaskan, perwakilan klub-klub peserta kompetisi liga amatir sepenuhnya dapat memahami aturan-aturan baru ini.

"Mereka berpendapat bahwa aturan-aturan tersebut justru meningkatkan atmosfir pertandingan sepakbola," jelas Iwan Budianto.

BLAI PSSI berulangkali menyelenggarakan lokakarya untuk kontestan Divisi I hingga Divisi III, dengan harapan pergelaran seluruh strata liga amatir ini terlaksana layaknya profesional. Lokakarya berupa pengenalan dan pemahaman manajemen klub tingkat dasar dan pelaksanaan pertandingan tingkat dasar ini wajib diikuti oleh seluruh unsur manajemen klub dan panitia pelaksana pertandingan.

"Setiap klub wajib mempunyai seorang manajer yang memahami seluruh aspek manajerial, sementara jajaran pelaksana pertandingan memahami tata-kelola pertandingan yang baik dan benar," ujar Iwan Budianto.(pssi)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Minggu, 04 Juli 2010

Persiraja Yang Terakhir Daftar

Kompetisi Divisi Utama 2010-2011

BULDOSERNEWS- Satu per satu nasib kompetisi sepak bola di Indonesia musim mendatang mulai menemui titik temu. Kali ini giliran kompetisi Divisi Utama musim 2010-2011. PT Liga Indonesia (PT LI) menyatakan bahwa kompetisi Divisi Utama musim mendatang akan diikuti 38 klub. "Itu berdasar pendaftaran yang sudah kami lakukan (buka)," terang Tigor Shalom Boboy, corporate secretary PT LI, kemarin (4/7).

Tim-tim kontestan tersebut juga sudah melengkapi administrasi pendaftaran yang disyaratkan PT LI selaku regulator kompetisi Liga Indonesia. Persiraja Banda Aceh menjadi tim terakhir yang memastikan diri ikut serta dalam kompetisi sepak bola kelas dua di Indonesia itu.

Namun, PT LI masih menunggu kepastian mengenai siapa tim dari Indonesia Super League (ISL) yang bakal terjungkal ke Divisi Utama musim depan. Hingga kini baru Persitara Jakarta Utara yang dipastikan turun kasta. Sementara nasib tim-tim lain masih belum menemukan titik terang.

Masih ada tiga tim yang berpeluang terdepak dari kompetisi sepak bola paling elite di tanah air tersebut. Tiga tim itu adalah Persik Kediri, Persebaya Surabaya, serta Pelita Jaya Purwakarta. "Sampai saat ini kan nasib mereka belum pasti. Makanya, kami masih menunggu," tambah Tigor.

Delapan tim promosi bakal meramaikan kompetisi Divisi Utama. Mereka adalah Persekam Metro FC Malang, PSCS Cilacap, PS Bengkulu, PSLS Lhokseumawe, Perserui Serui, Persemalra Maluku Tenggara, Barito Putra Banjarmasin, serta Persikubar Kutai Barat.

PT LI juga memastikan, tidak akan ada perubahan mengenai komposisi pemain asing yang bakal dimiliki sebuah tim, yakni empat legiun impor. Peraturannya pun masih sama dengan kompetisi musim lalu, yakni tiga pemain boleh bermain secara bersamaan.(JPPN)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Persikaba Cari Pelatih Berlisensi B

BULDOSERNEWS- Persikaba Blora mulai menyiapkan diri berlaga di Kompetisi Divisi Utama 2010-2011. Setiap Selasa dan Jumat, para pemain asal Blora dikumpulkan dalam latihan bersama di Stadion Kridosono. Latihan dipimpin pelatih Brendi dan Sugiyanto.

Namun dua pelatih itu hanya sementara. Manajemen berupaya mencari pelatih yang memiliki lisensi B untuk melatih Budiana dan kawan-kawan.

”Aturannya memang seperti itu. Pelatih yang menangani tim Divisi Utama harus berlisensi B,” ujar Manajer Persikaba, Amin Farid, kemarin.

Pencarian pelatih baru tersebut bukan tanpa alasan.

Hampir pasti Persikaba tidak akan lagi dilatih Bonggo Pribadi. Kashartadi, mantan pemain Arseto Solo yang kini menjadi asisten manajer Sriwijaya FC Sumatera Selatan (Sumsel), sebelumnya digadang-
gadang menangani Laskar Arya Penangsang(julukan Persikaba).

Namun pelatih yang telah memiliki lisensi B tersebut menurut Amin telah menyatakan diri tidak bersedia.

‘’Dia (Kashartadi, Red) diminta menjadi asisten pelatih kesebelasan PON Sumsel,” kata Amin.
Latihan Manajemen Persikaba tidak memberikan persyaratan tertentu bagi pelatih yang menangani kesebelasan kebanggaan warga Blora. Hanya Amin Faried yang juga alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan pelatih tersebut hendaknya bisa memahami kondisi keuangan Persikaba saat ini. DPRD Blora hanya menyetujui anggaran untuk Persikaba dalam APBD 2010 sebesar Rp 1 Miliar.

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Persikaba Hanya Mendapat Dana Rp 1 Miliar

BULDOSERNEWS-Persikaba Blora harus menemui kenyataan pahit. Di saat akan berlaga di Divisi Utama 2010, tim berjuluk Laskar Arya Penangsang itu justru hanya diberikan dana Rp 1 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding pengajuan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar.

Alokasi anggaran sebesar Rp 1 miliar itu diputuskan Badan Anggaran (Banggar) DPRD dalam pembahasan final rancangan peraturan daerah (ranperda) APBD.

Hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu selanjutnya disetujui secara aklamasi oleh seluruh fraksi di DPRD. Bupati RM Yudhi Sancoyo dan pimpinan Dewan selanjutnya membubuhkan tandatangan persetujuan APBD dalam rapat paripurna DPRD, Kamis (11/3) malam.

Dalam laporannya di depan rapat paripurna, Juru Bicara Banggar DPRD, Seno Margo Utomo, mengemukakan rasionalisasi anggaran dilakukan di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Salah satunya anggaran untuk Persikaba. "Anggaran Persikaba melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, dirasionalisasi. Dari usulan Rp 2,8 miliar dirasionalisasi Rp 1,8 miliar sehingga menjadi Rp 1 miliar," ujarnya.

Dana rasionalisasi itu selanjutnya dialihkan untuk anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Senin, 28 Juni 2010

Hari Ini Persikaba Jajaki Alexander Saununu

BULDOSERNEWS- Hari ini Alexander Saununu, salah seorang calon pelatih yang diminati manajemen Persikaba, direncanakan datang ke Blora. Manajer Persikaba Amin Faried menyatakan, Alexander yang pernah menjadi pelatih tim divisi I PSKS Krakatau Steel Cilegon Banten tersebut sebenarnya ingin datang ke Blora Sabtu (26/6) atau Minggu (27/6) lalu.

Namun, keinginan tersebut batal karena para pemain, manajemen dan sejumlah pengurus Persikaba berada di Pekalongan untuk mengikuti turnamen segitiga. ''Kami sudah meminta yang bersangkutan datang Selasa besok (hari ini, Red),'' ujarnya kemarin (28/6).

Amin mengatakan, kedatangan Alexander itu bukan untuk langsung melatih Budiana dkk. Pengurus dan manajemen Persikaba terlebih dahulu bakal melakukan pembicaraan dengan calon pelatih ini. Khususnya terkait visi misi kepelatihan. Selain itu, juga pembicaraan nilai kontrak dan gaji. ''Justru nominal kontrak itu yang sangat penting. Kami rasa visi dan misi kepelatihan setiap pelatih tidak jauh beda,'' katanya.

Nilai kontrak, gaji, dan fasilitas yang diinginkan pelatih, lanjut dia, menjadi sangat penting karena anggaran Persikaba saat ini hanya sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut harus cukup untuk mengontrak pelatih, pemain, dan operasional tim selama mengikuti kompetisi. ''Kalau nanti ternyata kontrak yang diinginkan cukup tinggi dan manajemen tidak mampu memenuhinya, terpaksa kami akan mencari pelatih lain,'' tuturnya.

Menurut Amin, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Alexander tidak menuntut bayaran mahal dan fasilitas mewah. ''Kami bisa memenuhi penyediaan fasilitas keseharian pelatih seperti motor operasional. Tapi terus terang untuk fasilitas lainnya, kami belum bisa menyediakan karena keterbatasan anggaran,'' ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, dana untuk Persikaba yang dianggarkan dalam APBD melalui KONI belum cair. Informasinya, masih ada persyaratan pencairan yang belum terpenuhi. Belum cairnya anggaran itu, kata Amin, secara langsung memengaruhi kesiapan tim. Dia menyebut pengurus dan manajemen Persikaba harus mencari utangan untuk biaya operasional tim. ''Seperti kemarin saat memberangkatkan tim ke Pekalongan. Tapi kami tetap mengupayakannya,'' katanya. (jppn)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Minggu, 27 Juni 2010

Masih Butuh Pembenahan

BULDOSERNEWS- Pelajaran berharga didapat Persikaba Blora dalam turnamen segitiga antara Persip Pekalongan, PSIS Semarang, dan Persikaba Blora yang digelar di Pekalongan. Di laga pertama, Persikaba harus mengakui keunggulan PSIS. Budiana dkk kalah dengan skor 0-2 (0-2). Dua gol kemenangan tim mantan penghuni ISL itu dicetak pemain asing Camelo pada menit 30 dan 36.

Persikaba yang turun dengan semua pemain lokalnya (Blora) terlihat kewalahan menerima serangan-serangan PSIS. Berkali-kali kiper Persikaba Tulus Sapmoko dibuat jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya. Kurangnya pengalaman para pemain Persikaba, yang sebagian besar pemain muda jebolan kompetisi internal Persikaba, sangat terlihat. Sehingga, serangan para pemain PSIS mudah menembus jantung pertahanan. Puncaknya terjadi di menit 30 dan 36 tersebut.

Ketinggalan dua gol membuat para pemain Persikaba semakin bersemangat, sehingga sesekali melancarkan serangan. Namun, masih bisa dipatahkan barisan pertahanan lawan. Pemain Persikaba, antara lain kiper Tulus Sapmoko, Andri Waluyo Jati, Sukisno, Sukarmanto dan Masturi adalah pemain yang memperkuat Persikaba di Divisi Satu. Selain itu, juga ada Dian Jambul, Haryanto, Budiana dan Sujono.

Pelatih Brendi memasang striker Riko dan Mustari. Sementara PSIS diperkuat hampir semua pemain yang berlaga di Divisi Utama. Sseperti, Idrus Gunawan, Carmelo, Deni Rumba, Ghustavo Cena dan Feri Iriawan. Pada laga kedua Persikaba akan melawan tuan rumah Persip Pekalongan.

Manajer Persikaba Amin Faried mengakui, timnya bisa belajar banyak pada turnamen itu. Menurut dia, sejak awal even ini akan dijadikan sebagai ujian sebenarnya bagi pemain. Sebab, keberangkatannya ke Pekalongan bukan untuk kalah atau menang. "Kami memang ingin belajar dan memberikan tambahan jam terbang pada para pemain. Masih banyak yang harus dibenahi," katanya. (ono/fiq)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Persip Kandaskan Eks PSIS 1-0

BULDOSERNEWS-Tuan rumah Persip Pekalongan mengandaskan para pemain eks PSIS Semarang yang tergabung dalam Arkatama dengan skor 1-0, dalam laga perdana turnamen eksibisi segitiga di Stadion Kraton kota Pekalongan, Jumat (25/6) sore.

Satu-satunya gol tim kebanggaan masyarakat Kota Batik itu diciptakan oleh Rozikin pada babak pertama di menit ke-35.
Sejak peluit tanda kick off dimulai pukul 15.30 WIB, tim asuhan Sugeng Widodo itu bermain penuh percaya diri. Dengan memasukkan pemain andalannya, antara lain Nurul (penjaga gawang), Wasiyanto Gondrong, Sumardi, Agung, Didik, Wahyudi, Eko Kancil, Kodir, Muslimin, Nurcoyo, dan Rozikin.
Sedangkan Budiharjo, pelatih Eks PSIS (Arkatama) memasukkan beberapa pemain yang berpengalaman, diantaranya 1 Deni Rumba, Idrus Gunawan, Modestus Setyawan, dengan penjaga gawang Basuki. Nampak pula pemain asing anyar PSIS, Gaston Chenna ikut diturunkan untuk membantu daya gedor timnya.
Pada pertandingan yang dipimpin oleh wasit Fauzi tersebut, tim dengan sebutan Laskar Kalong itu tampil menyerang. Dengan formasi yang digunakan 4-4-2, Kapten tim Persip Kodir bisa mengkoordinasikan timnya dengan baik.
Akhirnya, usaha keras yang dilakukan Kodir dan Eko Kancil cs bisa membuahkan hasil. Melalui assist cantik dari Nurcoyo, striker Persip Rozikin pada menit ke-35 mampu melesakkan bola ke gawang ex-PSIS yang dijaga oleh Basuki. Sontak saja, lesakan gol dari Rozikin itu disambut dengan riuh oleh official tim Persip dan ribuan Kalongmania.
Pada babak pertama, tidak ada pergantian pemain dari kubu Persip. Sedangkan dari tim Ex-PSIS (Arkatama), tercatat pelatih tim Ex-Psis Budiharjo satu kali mengganti pemainnya. Antara lain, Iwam HW yang digantikan oleh M Irfan pada menit ke -39. Hingga peluit tanda babak pertama berakhir, skor belum berubah, yaitu satu gol untuk Persip Pekalongan.
Memasuki babak kedua, strategi nampak berubah. Pergantian beberapa pemain pun terjadi. Di kubu Persip, Wasiyanto masuk menggantikan Sulis. Pelatih ex-PSIS Budiharjo pun nampak mengubah pola permainan anak asuhnya. Mereka lebih agresif melakukan serangan ke garis pertahanan Persip dibanding ketika babak pertama.
Begitupun dengan permainan dari Persip, tidak mengendurkan serangan ke garis pertahanan Deni Rumba Cs. Tak kurang ada tiga peluang dari serangan yang dihimpun oleh Persip yang nyaris membuat gawang Eks PSIS kembali kebobolan.
Terlebih ratusan Kalong Mania tak henti-hentinya memberikan support kepada tim kebangggaannya itu. Bahkan, pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua KONI Pekalongan Ricsa Mangkulla dan Kapolresta Pekalongan AKBP Aris Budiman.
Bahkan, beberapa kali tim asuhan Budiharjo harus melakukan pelanggaran terhadap pemain-pemain Persip. Pemain Persip bernomor punggung 5, Didik, sempat dilanggar oleh Deni Rumba. Menit ke-57, Rozikin, bahkan harus digotong keluar lapangan dan digantikan M Fatih, setelah terjadi benturan mengenai dadanya oleh pemain Ex-PSIS.
Pelanggaran lainnya dilakukan oleh Heri S di menit ke-57, terhadap salah satu pemain Persip Pekalongan. Satu pelanggaran keras oleh pemain Eks PSIS bernama Sunarso terhadap pemain Persip, Suroso, di menit ke-77.
Sehingga, akibat pelanggaran itu wasit Fauzi menghadiahkan kartu kuning bagi Sunarso. Kemudian, pada menit ke-72, Penjaga Gawang kawakan PSIS masuk menggantikan Basuki.
Namun, dengan disiplinnya sektor pertahanan dari para pemain Persip, serangan yang dibangun Deni Rumba cs belum bisa memasukkan bola ke gawang Persip. Hingga peluit panjang dibunyikan menandai berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah. Kemenangan 1-0 bagi Persip Pekalongan.
Seusai pertandingan, Pelatih Persip Pekalongan Sugeng Widodo mengungkapkan bahwa ia senang dengan permainan anak-anak asuhnya. "Tadi anak-anak bermain bagus. Koordinasi di berbagai lini bisa berjalan, seperti yang telah saya instruksikan kemarin," ujarnya senang.
Sebenarnya, lanjut Sugeng, Persip beberapa kali mendapat peluang untuk menciptakan gol tambahan, hanya saja peluang-peluang tersebut tidak mampu menambah jumlah gol bagi Persip.
Ditanya mengenai pertandingan selanjutnya melawan Persikaba Blora pada Minggu (27/6) besok sore, Sugeng mengatakan akan tetap tampil menyerang. "Besok kita akan tetap tampil fight seperti hari ini, kami yakin akan menang, meski kami belum tahu kekuatan tim lawan secara menyeluruh," ungkapnya.
Pihak manajemen Tim Ex-PSIS Semarang (Arkatama FC), Erwin Tunggal, mengatakan kepada Radar, bahwa kekalahan timnya tersebut karena tim belum terbiasa dengan kondisi lapangan.
"Kami baru tiba, dan belum sempat mencoba lapangan. Tadi ada kesalahan pemain belakang, sehingga Persip bisa membuat gol. Namun, mulai babak ke-dua tim kami mulai tampil menyerang, akan tetapi karena pertahanan Persip yang bagus, kesempatan mencipta gol belum bisa kami dapatkan," ujar Erwin.
Senada dikatakan Pelatih Arkatama, Budiharjo. "Anak-anak tadi sudah bermain bagus. Tetapi, pada babak pertama mereka belum bisa menyesuaikan diri dengan lapangan. Pada babak ke dua, kami bisa lebih memberikan beberapa serangan keada Persip," ujarnya.
Terpisah, Ketua KONI kota Pekalongan, H Ricsa Mangkulla menuturkan kegembiraannya atas kemanangan ini.
"Dari pantauan saya, permainan anak-anak sudah semakin bagus dan mengutamakan kerjasama tim. Selain itu, mereka juga bertanding dengan tenang dan sportif, sehingga relatif jarang melakukan kesalahan," ujarnya.
Terlebih, menurut Ricsa, pemain-pemain bisa menampilkan permainan yang menarik, seprti yang telah ia janjikan. "Anak-anak bisa mengendalikan emosi mereka, antar lini hidup, dan bisa memanfaatkan lebar lapangan," pungkasnya.
Laga eksibisi segitiga ini masih menyisakan 2 pertandingan lagi. Sabtu (26/6) sore ini, tim kesebelasan Ex-PSIS akan bertanding melawan Persikaba Blora. Besok, Minggu (27/6) tim kebanggaan Kota Batik, Persip Pekalongan kembali akan berlaga, melawan Persikaba Blora.
Turnamen segitiga ini diselenggarakan Pengcab PSSI Kota Pekalongan bersama KONI Kota Pekalongan, dalam rangka menunjukkan kepada masyarakat, bahwa Persip Pekalongan telah masuk pada Divisi I PSSI.
Even ini juga dijadikan sebagai ajang seleksi pemain Persip yang akan dipilih untuk ikut berlaga pada kompetisi Divisi I Liga Indonesia yang akan dimulai pada September mendatang.

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Sabtu, 26 Juni 2010

Daftar Pemain PERSIKABA Divisi I

Daftar Pemain Persikaba

Nama / Asal / Tim
1. Tulus Sapmoko PSKPS Padang Sidempuan
2. Catur Bintara Persikotas Tasikmalaya
3. Listyanto Rahardjo Persibom Bolaang Mongondow
4. Nugroho Adriyanto PSISa Salatiga
5. Febi Sofi PSB Bogor
6. Sukarmanto Persikaba
7. Sukisno Persikaba
8. Andri Mulyono Jati Persikaba
9. Friyan Eko Yuwono Persikaba
10. Masturi Persikaba
11. Nugroho Aji Persipa Pati
12. Sujono Persikaba
13. Deni Rumba PSIS Semarang
14. Budiana Persipur Purwodadi
15. A Zaini PSIS Semarang
16. Anang Dwita Persikaba
17. Feri Hariyadi PS Bank Sumsel
18. Heriyanto PSKPS Padang Sidempuan
19. Bambang Harsoyo Persiku Kudus
20. Dian Kristanto PPSM Magelang
21. Mustari Persipa Pati
22. Alamsyah Persiko Kota Baru
23. Arfi Sukmawan PSBK Blitar
24. Haryanto PSSA Asahan
25. Indriyanto Nugroho Persik Kediri

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Persikaba Kalah Lawan Arkatama Fc

BULDOSERNEWS- Tim eks PSIS Semarang mengalahkan Persikaba Blora 2-0 dalam lanjutan pertandingan segitiga yang berlangsung di Stadion Kraton, Kota Pekalongan, sore kemarin, Sabtu (26/6). Dua gol eks pemain Mahesa Jenar yang tergabung dalam Arkatama FC diborong Sampelo pada menit 27 dan 33. Secara keseluruhan tim yang dilatih Budiharjo itu menguasai pertandingan.



Denny Rumba dkk langsung menekan begitu kick off babak pertama. Serangan yang dibangun Johan, Gustavo Chena, dan Iwan mengobrak-abrik pertahanan anak-anak Blora. Meski demikian, belum membuahkan gol.
Pemain Persikaba kesulitan menerobos pertahanan Arkatama FC yang digalang Idrus Gunawan, Restu Kartiko, dan Modestus.

Gol pertama bermula dari umpan Chena dari sayap kanan ke kotak penalti. Sampelo yang dikawal dua pemain bisa menguasai bola dan menendang ke arah gawang. Kiper Tulus Satmoko mengeblok bola, namun jatuh tepat di depan Sampelo. Kesempatan itu tidak disia-siakan dan sekali sentuh langsung gol. Menit 33, pemain bernomor punggung 9 itu kembali menjebol gawang Persikaba.

Di babak kedua, duel dua kesebelasan tamu yang dipimpin wasit Ari asal Kota Pekalongan berlangsung monoton. Si kulit bundar lebih sering berada di lapangan tengah. Kedua kesebelasan sebelumnya pernah bertemu dalam laga uji coba di Stadion Kridosono, Sabtu (12/6). Saat itu pertandingan berakhir imbang 0-0.
Hari ini, di tempat yang sama tuan rumah Persip Pekalongan akan melayani Persikaba Blora.(suara merdeka)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Eks PSIS Kalah di Pekalongan

BULDOSERNEWS - Gol tunggal yang dihasilkan striker Persip Rozikin pada menit ke-35, membuyarkan ambisi eks pemain PSIS yang tergabung dalam Arkatama FC, kemarin sore (25/6). Dalam laga pertama pertandingan segitiga di Stadion Kraton, tim Laskar Kalong mengalahkan tamunya 1-0.

Namun kemenangan itu harus ditebus mahal, karena Rozikin harus dilarikan ke RS Bendan akibat benturan keras dengan pemain eks PSIS, Heri Susilo.

Begitu wasit Fauzi meniupkan peluit pertanda pertandingan dimulai, Denny Rumba dan kawan-kawan langsung menekan. Sebaliknya, anak asuhan Sugeng Widodo berusaha keluar dari tekanan. Pertahanan tuan rumah yang digalang Wasiyanto ’’Gondrong’’, Sumardi ’’Dongol’’, dan Eko ’’Kancil’’ cukup kuat sehingga serangan demi serangan yang dilakukan eks PSIS sering bisa dimentahkan.

Di depan sekitar 1.000 pendukung setianya yang tergabung dalam Kalongmania, tak jarang Sukodir dan kawan-kawan membahayakan gawang tim tamu. Terutama striker Rozikin yang meski bertubuh mungkil, namun kerap kali lolos dari kawalan Arkatama FC yang berpostur tubuh lebih besar.
Terlihat Lesu Kalongmania yang memadati tribun timur dengan membawa alat musik langsung bernyanyi menyambut gol tunggal yang dicetak oleh Rozikin itu. Sementara pendukung eks PSIS yang berjumlah belasan orang di tribun selatan terlihat lesu.
Di babak kedua, eks PSIS yang diperkuat pemain asing, Zenna berusaha menyamakan kedudukan.

Saking ngototnya ingin menyamakan skor, para pemain tamu bermain keras yang menjurus kasar. Rozikin yang sedang berusaha merebut bola digaprak sangat keras oleh pemain bernomor punggung 19, Heri Susilo. Akibatnya, striker andalan itu langsung terkapar dan tak bangun.

Wasit kemudian meminta petugas kesehatan untuk membawanya keluar lapangan. Namun lebih dari lima menit, Rozikin belum terbangun dan masih berada di tandu. Manajer Persip H Budi Setiawan kemudian memutuskan untuk membawanya ke RS Bendan.

Sementara itu, sampai pertandingan berakhir, eks PSIS tetap ketinggal 0-1. Penonton kembali bersorak setelah wasit meniup peluit panjang. Manajer Persip pun langsung melampiaskan kegembiraannya.(suara merdeka).

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark