BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora saat ini bimbang dengan masa depan tim Persikaba. Manajemen seolah berada di antara dua pilihan, yakni kemungkinan promosi ke Divisi Utama atau bertahan di Divisi Satu. Masing-masing pilihan mempunyai konsekuensi.
Semua karena dana cekak yang dipunyai. Dilema itu akan menjadi lebih ringan, bahkan tidak menjadi persoalan, jika anggaran yang diberikan untuk Laskar Arya Penangsang ini minimal sama seperti tahun lalu, Rp 3,5 miliar. "Lha sekarang tidak, kita hanya diberi Rp 1 miliar," ungkap Manajer Persikaba Amin Faried, kemarin (9/7).
Meski belum ada surat resmi, Amin mengklaim, secara lisan Persikaba sudah mendapat jaminan promosi ke Divisi Utama dari PSSI. Sebab, berdasar hasil kompetisi Divisi Satu lalu, Persikaba berada di peringkat sembilan. Sementara, tim yang lolos otomatis ke level Divisi Utama adalah tim yang masuk delapan besar, yakni peringkat 1 sampai 8.
Dia mengungkapkan, kalau misalnya ngotot ke Divisi Utama dengan modal Rp 1 miliar jelas tidak cukup. Sebab, selain harus menggaji pemain, pengeluaran terbanyak ada di transportasi. Jika bermain di Divisi Utama, Persikaba otomatis sering main di luar Jawa sehingga butuh transportasi besar. Sehingga, dikhawatirkan uang Rp 1 miliar tidak akan nutut sampai akhir kompetisi. "Ancamannya kita berhenti di tengah kompetisi karena kehabisan dana," ungkapnya.
Sementara, jika bertahan di Divisi Satu, konsekuensinya Persikaba harus melepas tiket promosi dan berjuang lagi untuk naik ke Divisi Utama. "Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," tandasnya. (ono/fiq)
0 komentar:
Posting Komentar