Sabtu, 24 Juli 2010

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora kemarin (23/7) mulai menggelar seleksi pemain lokal sebagai persiapan pembentukan tim Persikaba yang akan diterjunkan dalam kompetisi musim depan. Seleksi dipimpin Brendi, mantan asisten pelatih Bonggo Pribadi, yang menukangi tim berjuluk Laskar Arya Penangsang ini.

Brendi, yang asli Blora ini, untuk sementara dipercaya memimpin latihan sambil menanti kedatangan pelatih Persikaba yang sudah deal dengan manajemen. "Kita belum mendatangkan pelatih karena belum mempunyai dana," ujar Amin Faried, manajer Persikaba yang kemarin ikut menunggui seleksi di Stadion Kridosono, Blora.

Puluhan pemain Blora yang sebagian besar bermain di klub peserta kompetisi internal Persikaba ikut. Setelah latihan fisik berupa lari, Brendi langsung memainkan para peserta seleksi. Selain muka-muka baru, mantan pemain Persikaba musim lalu juga banyak yang datang. Seperti Dian Kristanto, Sujono, Sukarmanto, Heriyanto, Sukisno, Andri Waluyo Jati dan lainnya. Juga ada pemain Persikaba junior Anas, Ulin, dan lainnya. "Kami minta mereka langsung bermain untuk melihat kemampuannya," ujar Brendi.

Seakan ingin menunjukkan kemampuannya, para peserta seleksi yang rata-rata berusia muda bermain ngotot. Mereka terlihat sudah memainkan permainan tim yang baik. Meski harus duel dengan pemain senior, mereka tak minder, ngeyel, dan bersemangat. Hal itu membuat pengurus dan manajemen cukup puas. Hanya, mereka kurang jam terbang. Para pemain akan menjalani seleksi selama lima hari, mulai kemarin. "Kita gerak cepat. Kami targetkan lima hari kerangka tim sudah jadi," tandas Amin. (ono/fiq)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Senin, 19 Juli 2010

Jadwalkan Teken Kontrak Pelatih Minggu Ini

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora segera mengundang pelatih Alexander Saununu untuk datang ke Blora untuk teken kontrak. Uang muka untuk membayar pelatih akan diusahakan tersedia ketika Alexander datang. ''Entah bagaimana caranya, yang pasti minggu ini harus sudah ada pelatih,'' kata Manajer Persikaba Blora Amin Faried kemarin (19/7).

Rencananya, hari ini manajemen mengumpulkan semua pemain lokal Blora yang selama ini tergabung di tim bayangan. Mereka akan diberi informasi terkait kondisi terakhir Persikaba serta persiapan seleksi pemain. ''Kami rencanakan Jumat depan sudah seleksi,'' tutur Amin.

Para pemain di tim bayangan, kata dia, nanti ikut seleksi semua. Kepastian mereka lolos seleksi atau tidak, tergantung kemampuan para pemain itu sendiri. Jika bagus dan dipilih pelatih, maka dipastikan pemain tersebut akan masuk tim. ''Manajemen tidak akan cawe-cawe di lapangan, termasuk memilih pemain. Itu sepenuhnya wewenang pelatih,'' ujar Amin.

Meski sudah lama mengikuti latihan bersama tim bayangan, belum ada jaminan pemain bisa masuk skuad Persikaba mendatang. Karena itu, Amin berharap para pemain meningkatkan kemampuannya sebelum seleksi digelar.

''Pemain berkualitas yang dibutuhkan. Ini untuk pembinaan agar para pemain terus berusaha meningkatkan kemampuannya jika ingin menjadi bagian dari tim Persikaba,'' katanya. (ono/yan)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Minggu, 11 Juli 2010

Persikaba Tunggu Alexander

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora menunggu kedatangan Alexander Saununu untuk teken kontrak sebagai pelatih. Menurut Manajer Persikaba Amin Faried, jika Alexander sudah teken kontrak, maka pelatih tersebut diserahi tugas menyeleksi pemain lokal yang sudah ada.

''Sebab, manajemen ingin mayoritas pemain lokal masuk skuad, namun tentunya yang lolos seleksi,'' ujarnya kemarin (11/7).

Dia mengatakan, saat ini sudah banyak pemain lokal yang dikumpulkan untuk berlatih bersama. Meski belum ada ikatan apa-apa, para pemain itu menunjukkan semangat dan dedikasinya. Manajemen meminta para pemain tetap menjaga penampilan dan meningkatkan kemampuannya agar mereka bisa lolos seleksi. ''Kami akan sangat gembira jika para pemain itu mayoritas masuk tim,'' katanya.

Lantas kapan Alexander datang ke Blora? Amin belum dapat memastikan. Menurut dia, saat ini manajemen masih menjalin hubungan dengan mantan pemain timnas dan Persija Jakarta itu. Dia berharap Alexander cepat datang, sehingga tim bisa segera dibentuk. ''Karena informasi September sudah mulai kompetisi, jadi harus dipersiapkan sejak sekarang,'' tuturnya. (ono/yan)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Sabtu, 10 Juli 2010

Dimungkinkan Tetap di Divisi I

BULDOSERNEWS- Finish di peringkat sembilan Divisi I membuat masa depan Persikaba Blora di kancah kompetisi sepak bola negeri belum jelas.

Meski pernah mendapat jaminan secara lisan dari PSSI untuk promosi ke Divisi Utama, namun sangat dimungkinan tim kebanggaan Kota Sate itu tetap bertahan di Divisi I. Sebab, pendaftaran resmi tim yang berlaga di Divisi Utama telah ditutup. ''Jauh-jauh hari kami pernah menyatakan, Persikaba akan promosi ke Divisi Utama jika ada perubahan format maupun sistem pertandingan Divisi Utama. Karena itu, jika aturannya tidak diubah, Persikaba tetap berlaga di Divisi I,'' ujar manajer Persikaba, Amin Faried kemarin.

Menurut Amin, wacana yang beredar saat ini adalah PT Liga Indonesia (PT LI) kemungkinan besar tidak akan mengubah sistem dan format kompetisi Divisi Utama yang tahun ini akan diikuti 38 klub. Dengan tidak adanya perubahan tersebut, Persikaba dimungkinkan tetap berada di Divisi I. Tim Divisi I yang berhak promosi ke Divisi Utama adalah yang menempati peringkat delapan besar. Kesebelasan tersebut adalah Persekam Metro FC Malang, PSCS Cilacap, PS Bengkulu, PSLS Lhokseumawe, Perserui Serui, Persemalra Maluku Tenggara, Barito Putra Banjarmasin dan Persikubar Kutai Barat. Tahun lalu, tim-tim tersebut berkompetisi di Divisi I bersama Persikaba Blora. Tim-tim itu juga telah mendaftarkan diri mengikuti Kompetisi Divisi Utama yang akan dimulai September mendatang.

Amin menyatakan, wacana perubahan format dan sistem pertandingan Divisi Utama sempat santer ketika kompetisi Divisi I berakhir tahun lalu. Hal itu menyusul adanya empat tim Divisi Utama yang mengundurkan diri dari kompetisi. Tempat yang lowong itulah yang akan diisi tim Divisi I yang berada di peringkat 9-12. ''Sampai saat ini kami masih menunggu informasi ataupun surat resmi dari PSSI. Selama belum ada surat resmi tentang promosinya Persikaba ke Divisi Utama, berarti Laskar Arya Penangsang tetap berlaga di Divisi I,'' tegas Amin.

Amin menyatakan, dengan dana hanya Rp 1 miliar belum layak untuk membiayai tim yang berlaga di Divisi Utama. Bahkan, untuk operasional tim Divisi I pun masih kurang. ''Kami harus bekerja keras untuk menggali dana dari sumber-sumber lain. Misalnya menggandeng sponsor,'' tambahnya.

Belum adanya kepastian Persikaba promosi ke Divisi Utama ataupun tetap bertahan di Divisi I tidak lantas mempengaruhi kesiapan kesebelasan kebanggaan warga Blora tersebut. Para pemain yang diperoyeksikan memperkuat Persikaba musim depan masih tetap berlatih serius. (ono/wid)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Manajemen Persikaba Bimbang

BULDOSERNEWS- Manajemen Persikaba Blora saat ini bimbang dengan masa depan tim Persikaba. Manajemen seolah berada di antara dua pilihan, yakni kemungkinan promosi ke Divisi Utama atau bertahan di Divisi Satu. Masing-masing pilihan mempunyai konsekuensi.

Semua karena dana cekak yang dipunyai. Dilema itu akan menjadi lebih ringan, bahkan tidak menjadi persoalan, jika anggaran yang diberikan untuk Laskar Arya Penangsang ini minimal sama seperti tahun lalu, Rp 3,5 miliar. "Lha sekarang tidak, kita hanya diberi Rp 1 miliar," ungkap Manajer Persikaba Amin Faried, kemarin (9/7).

Meski belum ada surat resmi, Amin mengklaim, secara lisan Persikaba sudah mendapat jaminan promosi ke Divisi Utama dari PSSI. Sebab, berdasar hasil kompetisi Divisi Satu lalu, Persikaba berada di peringkat sembilan. Sementara, tim yang lolos otomatis ke level Divisi Utama adalah tim yang masuk delapan besar, yakni peringkat 1 sampai 8.

Karena ada satu peserta kompetisi yang mengundurkan diri, kemungkinan Persikaba naik kelas sangat mungkin. Namun, kendala dana memaksa manajemen harus berfikir keras. "Jelas dana menjadi faktor yang menentukan,'' tambahnya.

Dia mengungkapkan, kalau misalnya ngotot ke Divisi Utama dengan modal Rp 1 miliar jelas tidak cukup. Sebab, selain harus menggaji pemain, pengeluaran terbanyak ada di transportasi. Jika bermain di Divisi Utama, Persikaba otomatis sering main di luar Jawa sehingga butuh transportasi besar. Sehingga, dikhawatirkan uang Rp 1 miliar tidak akan nutut sampai akhir kompetisi. "Ancamannya kita berhenti di tengah kompetisi karena kehabisan dana," ungkapnya.

Sementara, jika bertahan di Divisi Satu, konsekuensinya Persikaba harus melepas tiket promosi dan berjuang lagi untuk naik ke Divisi Utama. "Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," tandasnya. (ono/fiq)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Selasa, 06 Juli 2010

Saminista Galang Dana Persikaba

BULDOSERNEWS-Upaya pencarian dana untuk mendukung Persikaba berkiprah di Divisi Utama 2010-2011 mulai dilakukan, Saminista, salah satu kelompok suporter Laskar Arya Penangsang. Caranya, dengan mengumpulkan sumbangan dari para pengguna jalan yang melintas di jalan Ahmad Yani dan Pemuda, yakni di perempatan Kejaksaan dan Kantor Pos Blora. Pengumpulan dana itu dilakukan karena anggaran yang dialokasikan Pemkab dalam APBD untuk Persikaba dirasa cukup minim yaitu Rp 1 miliar.

"Kami mengharapkan keiklasan warga untuk menyumbangkan sedikit rejeki yang dikaruniakan Tuhan. Dana tersebut akan kami gunakan membantu pembiayaan Persikaba yang akan berlaga di Divisi Utama," ujar Windy Pramudya Kusuma, koordinator peduli Persikaba dari Siminista.

Meski baru kali pertama diluncurkan, program Koin Peduli Cinta Persikaba yang digalang para suporter itu mendapat sambutan antusias warga. Buktinya, para pengguna jalan dengan kerelaannya merogeh saku dan selanjutnya masukan uang ke dalam kardus yang disodorkan personel Saminista.

Menurut Windy program Peduli Persikaba dengan mengumpulkan dana dari masyarakat itu tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan terus menerus. Bentuk pengumpulan dana dengan berbagai cara. "Untuk kali pertama kami kumpulkan dari pengguna jalan. Cara seperti itu kami lakukan minimal seminggu sekali. Kami juga akan mengumpulkan dana dengan mendatangi dinas dan instansi serta sekolah-sekolah," tandasnya.

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark

Senin, 05 Juli 2010

BLAI Berlakukan Beberapa Aturan Baru

BULDOSERNEWS-Ada beberapa hal baru yang diketengahkan Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI dalam pergelaran kompetisi yang dikelolanya. Mulai musim kompetisi tahun 2010 ini, BLAI PSSI menerapkan sejumlah aturan baru dalam rangkaian pertandingan Divisi I hingga Divisi III Liga Indonesia. Aturan-aturan ini mengacu pada norma pertandingan sepakbola nasional yang tetap terikat pada ketentuan internasional (FIFA).

Aturan-aturan baru tersebut adalah, pemasangan bendera Merah Putih dan bendera PSSI di tiang bendera di lingkungan stadion pada hari pertandingan.

Lainnya, digelarnya bendera Fair Play pada saat kedua kesebelasan memasuki lapangan pertandingan, sebagaimana yang lazim dilakukan pada pertandingan kompetisi profesional (Liga Super & Divisi Utama) yang dilaksanakan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).

Di samping itu, adanya kewajiban menyanyikan lagu Padamu Negeri oleh kedua tim yang akan bertanding, walau hanya diberlakukan pada setiap awal turnamen kandang atau home.

Aturan-aturan baru ini mulai diterapkan pada gelaran kompetisi Divisi II Liga Indonesia XVI yang menurut rencana diputar sejak 17 Juli mendatang. Untuk Divisi III, aturan-aturan tersebut diberlakukan setelah kompetisi memasuki persaingan babak wilayah, kemungkinan juga minggu ketiga Juli. Sementara untuk kompetisi Divisi I, diberlakukan sejak kompetisi bergulir, dijadwalkan mulai pertengahan September.

Menurut keterangan Ketua BLAI PSSI Iwan Budianto, Kamis (1/7), berbagai ketentuan baru ini sudah dituangkan dalam Peraturan Organisasi PSSI tentang Kompetisi nomor 07/PO/PSSI/IX/2009, dan sudah dijabarkan kembali pada para perwakilan klub-klub peserta kompetisi Divisi I, Divisi II dan Divisi III Liga Indonesia 2010-2011 dalam berbagai kesempatan.

"Termasuk pada workshop atau lokakarya terakhir yang kami lakukan pekan lalu di Jakarta," kata Iwan Budianto. Iwan Budianto menjelaskan, perwakilan klub-klub peserta kompetisi liga amatir sepenuhnya dapat memahami aturan-aturan baru ini.

"Mereka berpendapat bahwa aturan-aturan tersebut justru meningkatkan atmosfir pertandingan sepakbola," jelas Iwan Budianto.

BLAI PSSI berulangkali menyelenggarakan lokakarya untuk kontestan Divisi I hingga Divisi III, dengan harapan pergelaran seluruh strata liga amatir ini terlaksana layaknya profesional. Lokakarya berupa pengenalan dan pemahaman manajemen klub tingkat dasar dan pelaksanaan pertandingan tingkat dasar ini wajib diikuti oleh seluruh unsur manajemen klub dan panitia pelaksana pertandingan.

"Setiap klub wajib mempunyai seorang manajer yang memahami seluruh aspek manajerial, sementara jajaran pelaksana pertandingan memahami tata-kelola pertandingan yang baik dan benar," ujar Iwan Budianto.(pssi)

Baca Lanjutannya...... Share/Bookmark