BULDOSERNEWS- Finish di peringkat sembilan Divisi I membuat masa depan Persikaba Blora di kancah kompetisi sepak bola negeri belum jelas.
Meski pernah mendapat jaminan secara lisan dari PSSI untuk promosi ke Divisi Utama, namun sangat dimungkinan tim kebanggaan Kota Sate itu tetap bertahan di Divisi I. Sebab, pendaftaran resmi tim yang berlaga di Divisi Utama telah ditutup. ''Jauh-jauh hari kami pernah menyatakan, Persikaba akan promosi ke Divisi Utama jika ada perubahan format maupun sistem pertandingan Divisi Utama. Karena itu, jika aturannya tidak diubah, Persikaba tetap berlaga di Divisi I,'' ujar manajer Persikaba, Amin Faried kemarin.
Menurut Amin, wacana yang beredar saat ini adalah PT Liga Indonesia (PT LI) kemungkinan besar tidak akan mengubah sistem dan format kompetisi Divisi Utama yang tahun ini akan diikuti 38 klub. Dengan tidak adanya perubahan tersebut, Persikaba dimungkinkan tetap berada di Divisi I. Tim Divisi I yang berhak promosi ke Divisi Utama adalah yang menempati peringkat delapan besar. Kesebelasan tersebut adalah Persekam Metro FC Malang, PSCS Cilacap, PS Bengkulu, PSLS Lhokseumawe, Perserui Serui, Persemalra Maluku Tenggara, Barito Putra Banjarmasin dan Persikubar Kutai Barat. Tahun lalu, tim-tim tersebut berkompetisi di Divisi I bersama Persikaba Blora. Tim-tim itu juga telah mendaftarkan diri mengikuti Kompetisi Divisi Utama yang akan dimulai September mendatang.
Amin menyatakan, wacana perubahan format dan sistem pertandingan Divisi Utama sempat santer ketika kompetisi Divisi I berakhir tahun lalu. Hal itu menyusul adanya empat tim Divisi Utama yang mengundurkan diri dari kompetisi. Tempat yang lowong itulah yang akan diisi tim Divisi I yang berada di peringkat 9-12. ''Sampai saat ini kami masih menunggu informasi ataupun surat resmi dari PSSI. Selama belum ada surat resmi tentang promosinya Persikaba ke Divisi Utama, berarti Laskar Arya Penangsang tetap berlaga di Divisi I,'' tegas Amin.
Amin menyatakan, dengan dana hanya Rp 1 miliar belum layak untuk membiayai tim yang berlaga di Divisi Utama. Bahkan, untuk operasional tim Divisi I pun masih kurang. ''Kami harus bekerja keras untuk menggali dana dari sumber-sumber lain. Misalnya menggandeng sponsor,'' tambahnya.
Belum adanya kepastian Persikaba promosi ke Divisi Utama ataupun tetap bertahan di Divisi I tidak lantas mempengaruhi kesiapan kesebelasan kebanggaan warga Blora tersebut. Para pemain yang diperoyeksikan memperkuat Persikaba musim depan masih tetap berlatih serius. (ono/wid)
Amin menyatakan, wacana perubahan format dan sistem pertandingan Divisi Utama sempat santer ketika kompetisi Divisi I berakhir tahun lalu. Hal itu menyusul adanya empat tim Divisi Utama yang mengundurkan diri dari kompetisi. Tempat yang lowong itulah yang akan diisi tim Divisi I yang berada di peringkat 9-12. ''Sampai saat ini kami masih menunggu informasi ataupun surat resmi dari PSSI. Selama belum ada surat resmi tentang promosinya Persikaba ke Divisi Utama, berarti Laskar Arya Penangsang tetap berlaga di Divisi I,'' tegas Amin.
Amin menyatakan, dengan dana hanya Rp 1 miliar belum layak untuk membiayai tim yang berlaga di Divisi Utama. Bahkan, untuk operasional tim Divisi I pun masih kurang. ''Kami harus bekerja keras untuk menggali dana dari sumber-sumber lain. Misalnya menggandeng sponsor,'' tambahnya.
Belum adanya kepastian Persikaba promosi ke Divisi Utama ataupun tetap bertahan di Divisi I tidak lantas mempengaruhi kesiapan kesebelasan kebanggaan warga Blora tersebut. Para pemain yang diperoyeksikan memperkuat Persikaba musim depan masih tetap berlatih serius. (ono/wid)
0 komentar:
Posting Komentar