BULDOSERNEWS- Pelajaran berharga didapat Persikaba Blora dalam turnamen segitiga antara Persip Pekalongan, PSIS Semarang, dan Persikaba Blora yang digelar di Pekalongan. Di laga pertama, Persikaba harus mengakui keunggulan PSIS. Budiana dkk kalah dengan skor 0-2 (0-2). Dua gol kemenangan tim mantan penghuni ISL itu dicetak pemain asing Camelo pada menit 30 dan 36.
Persikaba yang turun dengan semua pemain lokalnya (Blora) terlihat kewalahan menerima serangan-serangan PSIS. Berkali-kali kiper Persikaba Tulus Sapmoko dibuat jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya. Kurangnya pengalaman para pemain Persikaba, yang sebagian besar pemain muda jebolan kompetisi internal Persikaba, sangat terlihat. Sehingga, serangan para pemain PSIS mudah menembus jantung pertahanan. Puncaknya terjadi di menit 30 dan 36 tersebut.
Pelatih Brendi memasang striker Riko dan Mustari. Sementara PSIS diperkuat hampir semua pemain yang berlaga di Divisi Utama. Sseperti, Idrus Gunawan, Carmelo, Deni Rumba, Ghustavo Cena dan Feri Iriawan. Pada laga kedua Persikaba akan melawan tuan rumah Persip Pekalongan.
Manajer Persikaba Amin Faried mengakui, timnya bisa belajar banyak pada turnamen itu. Menurut dia, sejak awal even ini akan dijadikan sebagai ujian sebenarnya bagi pemain. Sebab, keberangkatannya ke Pekalongan bukan untuk kalah atau menang. "Kami memang ingin belajar dan memberikan tambahan jam terbang pada para pemain. Masih banyak yang harus dibenahi," katanya. (ono/fiq)
1 komentar:
BEGITULAH HASIL YANG DAPAT KITA PETIK DARI BERBAGAI UJI COBA,,,DENGAN MEMPERBANYAK UJI TANDING SANG PELATIH DAPAT MENGETAHUI KELEMAHAN-KELEMAHAN YANG HARUS DI BENAHI
Posting Komentar